Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional/DTSEN).
Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo meninjau ruang belajar, perpustakaan, serta menyapa para siswa secara langsung. Sekolah Rakyat terhubung dengan berbagai program prioritas nasional, termasuk cek kesehatan gratis, makan bergizi, Jaminan Kesehatan PBI, dan program pemberdayaan ekonomi keluarga.
Tahun 2025, Sekolah Rakyat Rintisan menampung 14.846 siswa, didukung 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan, tersebar di Sumatera, Jawa, Bali & Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tahun 2026, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen telah dimulai di 104 lokasi.
Program ini diharapkan menjadi miniatur pengentasan kemiskinan berbasis keluarga, dengan siswa dan keluarga mendapat dukungan sosial, ekonomi, dan kesehatan secara terpadu, sehingga dapat memutus rantai kemiskinan antar-generasi.
Dikutip dari liputan6.com
