Harga minyak dunia anjlok tajam setelah Selat Hormuz dinyatakan tetap terbuka selama masa gencatan senjata di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi yang memastikan jalur pelayaran vital itu aman dilalui kapal-kapal internasional.
Dampak dari kepastian tersebut langsung terasa di pasar energi global. Harga minyak mentah AS (WTI) untuk pengiriman Mei turun hampir 12 persen dan ditutup di level USD 83,85 per barel. Sementara itu, minyak acuan internasional Brent juga melemah sekitar 9 persen ke posisi USD 90,38 per barel.
Penurunan ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Konflik yang sebelumnya melibatkan kelompok Hizbullah dan berimbas pada negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut langkah pembukaan jalur tersebut, meski menegaskan kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran masih tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan lebih lanjut.
Dengan terbukanya jalur distribusi utama minyak dunia, kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan mulai mereda, sehingga mendorong penurunan harga secara signifikan di pasar internasional.
Dikutip dari liputan6.com
