Jawa Barat Rampungkan Renovasi 20 SD pada Tahap Pertama

Jawa Barat Rampungkan Renovasi 20 SD pada Tahap Pertama

Bandung Barat, 14 November 2025 – Renovasi 20 Sekolah Rakyat (SR) tahap pertama di Jawa Barat resmi rampung. Kepala Satker Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratmo, menyatakan program ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dalam menekan kemiskinan melalui pendidikan.

“Tahap pertama untuk Provinsi Jawa Barat mencakup 20 lokasi yang telah kami rehabilitasi dari total 166 lokasi di seluruh Indonesia yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Tomi saat press tour ke SR Menengah Pertama 11 Bandung Barat, Kamis (13/11/2025).

Renovasi tahap pertama memanfaatkan aset lama pemerintah yang dialihfungsikan menjadi fasilitas belajar agar layanan pendidikan cepat tersedia. Tomi menambahkan, tahap pertama bersifat transisi sebelum pembangunan sekolah rakyat permanen dimulai pada tahun ajaran mendatang. Bangunan baru nantinya akan menyediakan fasilitas lengkap dan sesuai standar pendidikan nasional.

Program ini juga menjadi bagian dari Asta Cita Presiden untuk pemerataan pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Tahap kedua pembangunan sekolah rakyat sudah direncanakan di enam lokasi, yang saat ini masih dalam proses lelang. Sekolah tersebut akan dikembangkan secara permanen dengan konsep boarding school untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Sementara itu, Wakil Kepala SR Menengah Pertama 11 Bandung Barat, Deni Hermawan, menilai program ini memberikan dampak signifikan bagi siswa dari latar belakang keluarga miskin ekstrem.

“Saya menemukan anak-anak ini kalau tidak ada sekolah rakyat, mereka tidak akan bersekolah. Pemerintah benar-benar memperhatikan mereka lewat program sekolah rakyat,” ungkap Deni.

Selain pendidikan, siswa di sekolah rakyat menerima makanan bergizi tiga kali sehari dan pemeriksaan kesehatan rutin. Deni menambahkan, kondisi kesehatan anak-anak semakin membaik setelah mengikuti program selama tiga bulan.

“Awal masuk, hampir 80 persen anak-anak mengalami kurang gizi. Setelah tiga bulan mengikuti program, pertumbuhan mereka mulai membaik,” katanya.

Program renovasi sekolah dasar di Jawa Barat ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan menjadi model pembangunan sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Dikutip dari RRI.co.id