Gunung Semeru kembali erupsi pada Selasa malam, 17 Februari 2026, dengan kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak atau 4.476 mdpl. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 119 detik. Sejak tengah malam hingga malam hari, Gunung Semeru tercatat mengalami delapan kali erupsi, meski sebagian tidak teramati karena kabut.
PVMBG menetapkan status aktivitas Gunung Semeru Level III (Siaga) dan memberikan sejumlah imbauan keselamatan. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak, serta di radius 5 km dari kawah. Selain itu, sepanjang aliran sungai dari puncak seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, warga diimbau tetap waspada potensi awan panas, lahar, dan lontaran batu pijar.
Dikutip dari antaranews.com
