Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk mendukung berbagai program bantuan dan insentif hingga akhir 2026. Dana tersebut mencakup bantuan pangan, bantuan subsidi upah, serta diskon menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rencana tersebut setelah Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, berbagai program itu disiapkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pada penghujung tahun.
Salah satu program yang disiapkan adalah bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram selama tiga bulan. Pemerintah juga menyiapkan bantuan subsidi upah bagi pekerja yang memenuhi kriteria penerima.
Selain bantuan tersebut, pemerintah akan menghadirkan berbagai diskon selama periode Natal dan Tahun Baru. Insentif ini diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran masyarakat ketika kebutuhan rumah tangga dan aktivitas perjalanan meningkat selama liburan.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga turut melaporkan perkembangan kondisi makroekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan upaya menjaga konsumsi rumah tangga sebagai salah satu perhatian penting dalam mempertahankan aktivitas ekonomi nasional.
Melalui kombinasi bantuan pangan, subsidi upah, dan diskon akhir tahun, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga serta perputaran ekonomi terus berjalan menjelang pergantian tahun.
