Para Atletik Indonesia Borong 16 Medali di Meksiko, 15 Emas dan 1 Perak

Para Atletik Indonesia Borong 16 Medali di Meksiko, 15 Emas dan 1 Perak

Tim para atletik Indonesia tampil gemilang pada World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tlaxcala, Meksiko, setelah berhasil membawa pulang 16 medali yang terdiri atas 15 medali emas dan satu medali perak. Hasil tersebut menempatkan Indonesia sebagai runner-up klasemen akhir, hanya berada di bawah tuan rumah Meksiko yang menurunkan ratusan atlet.

Pelatih para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, menyebut pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang. Ia menyoroti keberhasilan I Kadek Dwi Purwana Yasa yang memecahkan rekor dunia lempar cakram F57 dengan lemparan sejauh 48,68 meter, melampaui rekor sebelumnya milik atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos.

Prestasi membanggakan lainnya datang dari Nanda Mei Sholihah yang mencatatkan rekor Asia nomor 100 meter T47. Nanda juga menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia dengan tiga medali emas, terdiri atas dua nomor individu dan satu nomor estafet.

Selain itu, Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim masing-masing menyumbangkan dua medali emas dari nomor perseorangan. Emas lainnya dipersembahkan oleh Ni Made Arianti Putri, Saptoyogo Purnomo, Jaenal Aripin, Alfin Nomleni, Partin, Fauzi Purwolaksono, I Kadek Dwi Purwana Yasa, dan Suparni Yati. Satu-satunya medali perak Indonesia juga diraih oleh Jaenal Aripin.

Menurut Setyo, kejuaraan di Meksiko menjadi ajang penting bagi para atlet untuk mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 sekaligus menjadi pemanasan terakhir sebelum Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Ia berharap performa para atlet terus meningkat sehingga mampu mencapai puncak prestasi pada ajang tersebut.