Karhutla Tahura Sultan Thaha Jambi Capai 800 Hektare, Pemadaman Terus Dilakukan

Karhutla Tahura Sultan Thaha Jambi Capai 800 Hektare, Pemadaman Terus Dilakukan

Kebakaran hutan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Jambi meluas hingga sekitar 800 hektare. Data tersebut berdasarkan analisis citra Sentinel-2 yang dilakukan Divisi Geographic Information System (GIS) Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi pada 11 September 2026.

Manager Komunikasi KKI Warsi Rudi Syaf mengatakan titik api di kawasan tersebut mulai terlihat sejak 2 Juli 2026 dan terus berlangsung hingga 9 September 2026. Kebakaran tersebar di sejumlah lokasi dan tidak terpusat pada satu titik.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, dan Manggala Agni melakukan pendinginan di lahan bekas terbakar melalui jalur darat. Sementara itu, titik api di Pal 13 yang berada di kawasan lereng dan perbukitan ditangani melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing.

Sedikitnya lima kali water bombing dilakukan dengan kapasitas sekitar 4.000 liter air dalam setiap penyiraman. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memadamkan titik api yang berada di lokasi dengan medan sulit dijangkau melalui jalur darat.

KKI Warsi mencatat kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Jambi. Namun, Rudi menegaskan citra satelit tidak dapat secara langsung menentukan pelaku maupun penyebab kebakaran. Karena itu, diperlukan verifikasi lapangan untuk mengetahui kondisi serta faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran.