Banyumas — Kantor Pelayanan Jasa Raharja Wangon mendorong peningkatan keselamatan lalu lintas melalui Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili melalui Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa di Balai Kecamatan Wangon, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang diikuti aparatur Kecamatan Wangon dan pemerintah desa se-Kecamatan Wangon tersebut menjadi ruang kolaborasi antara Jasa Raharja, Kepolisian, Dinas Perhubungan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa untuk memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas dari level komunitas terkecil.
Para peserta diajak memahami berbagai faktor yang memengaruhi keselamatan lalu lintas, mulai dari potensi risiko kecelakaan, pentingnya kepatuhan terhadap aturan, hingga upaya pencegahannya. Diskusi juga menggali kondisi dan potensi kerawanan di masing-masing wilayah, sehingga aparatur desa dapat mengambil peran dalam mendorong langkah-langkah keselamatan yang sesuai dengan karakteristik lingkungannya.
Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Wangon, Fatahillah Amsar, menegaskan bahwa perubahan perilaku akan lebih efektif jika dilakukan pada komunitas asal korban, dimana budaya dan kebiasaan berlalu lintas terbentuk. Menurutnya, pendekatan berbasis domisili menjadi penting karena setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi risiko yang berbeda. Dengan keterlibatan aparatur desa, upaya keselamatan diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata sesuai kondisi di lingkungan masing-masing.
Program tersebut juga merupakan bagian dari tindak lanjut atas hasil diskusi dan rekomendasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Banyumas, khususnya dalam memperkuat sinergi lintas sektor dan mendorong langkah preventif untuk menekan risiko kecelakaan.
Melalui pemberdayaan aparatur kecamatan dan desa, Jasa Raharja Wangon mendorong lahirnya agen-agen keselamatan transportasi dari tingkat desa. Harapannya, aparatur desa tidak hanya menyampaikan pesan keselamatan, tetapi juga menjadi teladan dan penggerak masyarakat dalam membangun perilaku berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan bertanggung jawab, sehingga budaya keselamatan dapat tumbuh dari lingkungan desa dan memberikan dampak nyata bagi terwujudnya transportasi yang lebih aman di Kabupaten Banyumas.
