Empat Desa di Aceh Barat Terendam Banjir, BPBD Pantau Debit Air

Empat Desa di Aceh Barat Terendam Banjir, BPBD Pantau Debit Air

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyiagakan personel setelah banjir luapan mulai merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Pante Ceureumen, Minggu (14/6/2026). Genangan air dengan ketinggian sekitar 20 hingga 49 sentimeter dilaporkan telah memasuki permukiman warga akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam dua hari terakhir.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan banjir dipicu oleh meluapnya debit air Sungai Meureubo setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu dan hilir Aceh Barat. Kondisi tersebut menyebabkan air melimpas ke sejumlah kawasan permukiman di sekitar daerah aliran sungai.

Empat desa yang terdampak banjir antara lain Gampong Canggai, Gampong Lawet, Gampong Seumantok, serta beberapa titik lainnya di Kecamatan Pante Ceureumen. Meski air telah menggenangi pekarangan dan sebagian rumah warga, kondisi saat ini masih tergolong aman dan terkendali.

Hingga kini belum ada laporan warga yang mengungsi ke posko darurat. Sebagian besar masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing sambil mengamankan barang-barang berharga dan memantau perkembangan kondisi banjir.

BPBD Aceh Barat terus melakukan pemantauan di lapangan serta mengawasi perkembangan debit air secara berkala. Masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran Sungai Meureubo diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca masih berpotensi hujan dan dapat menyebabkan kenaikan muka air secara tiba-tiba.

Pemerintah daerah juga akan terus memperbarui data terkait wilayah terdampak serta jumlah warga yang mengalami kerugian akibat banjir guna mendukung langkah penanganan lebih lanjut.

Sumber antaranews.com