Jakarta — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tengah mengkaji berbagai opsi skema untuk merealisasikan rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing bagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, memastikan kesiapan pihaknya, namun saat ini pembahasan masih berada di level teknis pemerintahan. Salah satu kendala utama adalah waktu pengiriman (delivery time) dari produsen, yang rata-rata bisa mencapai tujuh tahun.
“Delivery time rata-rata seluruh dunia sama, kita harus putar otak agar lebih cepat,” ujar Rohan.
Terkait pendanaan, Danantara mempertimbangkan berbagai skema, termasuk cicilan langsung dengan pihak Boeing dan kemungkinan suntikan modal tambahan ke Garuda Indonesia. Pada pertengahan 2025, Danantara Asset Management telah menyalurkan modal sebesar Rp23,67 triliun kepada maskapai plat merah ini.
Langkah ini sejalan dengan kesepakatan perdagangan Indonesia-AS bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance, yang mewajibkan pengadaan pesawat komersial dan jasa terkait penerbangan senilai 13,5 miliar dolar AS. Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan pembelian 50 pesawat dari Boeing menjadi bagian dari implementasi kesepakatan tersebut.
Danantara masih melakukan pembahasan teknis terkait jenis pesawat dan skema pembayaran untuk memastikan efisiensi armada Garuda Indonesia sekaligus memenuhi kebutuhan rute domestik dan internasional.
Dikutip dari antaranews.com
