Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah menarik Rp75 triliun dari dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Dari total Rp276 triliun yang disimpan di sejumlah bank, saat ini masih tersisa Rp201 triliun. Penarikan tersebut, menurut Purbaya, tidak mengurangi likuiditas perekonomian karena dana tersebut kembali dibelanjakan untuk mendukung aktivitas pemerintah pusat dan daerah.
Sebelumnya, dana SAL ditempatkan di lima bank Himbara dan satu bank pembangunan daerah untuk menjaga stabilitas likuiditas serta mendorong penyaluran kredit. Namun, efektivitas kebijakan tersebut dinilai belum optimal, tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan yang per Oktober 2025 hanya mencapai 7,36 persen secara tahunan. Purbaya mengakui adanya ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah dan bank sentral pada periode sebelumnya.
Ia menegaskan, koordinasi fiskal dan moneter kini telah diperbaiki, dengan dukungan Bank Indonesia yang lebih kuat dalam dua pekan terakhir. Dengan kebijakan yang semakin selaras, pemerintah optimistis likuiditas ke depan akan lebih longgar dan pertumbuhan ekonomi nasional berpeluang mencapai 6 persen, lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar 5,4 persen.
Sumber liputan6.com
