Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2026 mencapai Rp10.117,8 triliun, tumbuh 10 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 9,6 persen. Pertumbuhan M2 ini ditopang oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) 14,9 persen dan uang kuasi 5,4 persen.
Kenaikan M2 dipengaruhi oleh pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat sebesar 22,6 persen (yoy) serta penyaluran kredit mencapai 10,2 persen (yoy), yang hanya mencakup pinjaman dan tidak termasuk instrumen keuangan lain seperti surat berharga, tagihan akseptasi, dan kredit luar negeri.
Selain itu, uang primer (M0) adjusted tercatat Rp2.193 triliun, tumbuh 14,7 persen (yoy), dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI 30,1 persen dan uang kartal 12,4 persen. Pertumbuhan ini sudah mempertimbangkan pengaruh insentif likuiditas dan pengendalian moneter.
Dikutip dari antaranws.com
