Purworejo– Dalam rangka memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendorong implementasi langkah nyata dalam peningkatan keselamatan berlalu lintas, Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Purworejo kembali menyelenggarakan rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 April 2026 yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi keselamatan lalu lintas, mengidentifikasi titik rawan kecelakaan, serta merumuskan strategi terpadu dalam menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Jogoboyo ini dihadiri oleh unsur Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purworejo, serta PT Jasa Raharja. Kehadiran lintas instansi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi yang kuat guna menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Dalam forum tersebut, para peserta secara komprehensif membahas berbagai isu strategis terkait keselamatan transportasi. Pembahasan meliputi evaluasi data kecelakaan lalu lintas terkini, pemetaan dan identifikasi titik rawan kecelakaan (blackspot), serta analisis faktor penyebab kecelakaan yang mencakup aspek perilaku pengguna jalan, kondisi kendaraan, hingga kelayakan infrastruktur jalan. Diskusi ini menjadi dasar dalam menentukan langkah intervensi yang lebih terarah dan efektif.
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Magelang yang diwakili oleh Petugas Samsat Purworejo, Gigih, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor merupakan elemen kunci dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ia menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat serta dukungan dari berbagai instansi terkait. Jasa Raharja, lanjutnya, siap mendukung berbagai program pencegahan kecelakaan melalui pendekatan edukatif maupun kolaboratif.
Selain itu, forum ini juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut strategis yang akan segera diimplementasikan. Beberapa langkah konkret yang disepakati antara lain peningkatan intensitas sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, pelaksanaan survei lapangan pada titik-titik blackspot, penutupan akses putar balik (U-turn) yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, serta pemasangan papan imbauan di lokasi rawan kecelakaan guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
Lebih lanjut, forum juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarinstansi dalam penanganan kecelakaan lalu lintas, baik dari sisi penanganan di lokasi kejadian maupun dalam upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendukung keselamatan jalan.
Melalui terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh stakeholder dapat terus memperkuat komitmen dan sinergi dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid dan berkelanjutan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purworejo dapat ditekan secara signifikan, sehingga tercipta lingkungan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
