Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkap sejumlah persoalan yang masih membelit BUMN Karya. Masalah tersebut mulai dari besarnya utang hingga kondisi anak dan cucu perusahaan yang juga menghadapi berbagai persoalan.
Dony mengatakan setiap perusahaan BUMN Karya dapat memiliki banyak anak hingga cucu usaha, bahkan mencapai sekitar 20 entitas. Kondisi tersebut membuat proses pembenahan harus dilakukan satu per satu dan membutuhkan waktu.
Menurut Dony, total utang perusahaan-perusahaan BUMN Karya mencapai ratusan triliun rupiah. Pemerintah sebenarnya dapat mengambil langkah cepat seperti merger atau pailit, tetapi keputusan tersebut harus mempertimbangkan dampaknya terhadap ekosistem bisnis dan pihak terkait.
Karena itu, Danantara bersama Badan Pengaturan BUMN memilih melakukan penanganan secara bertahap agar persoalan tidak kembali muncul. Dony menargetkan proses pembenahan BUMN Karya dapat diselesaikan pada akhir 2026, meski ia mengakui prosesnya masih cukup rumit.
Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah proyek LRT City yang dikembangkan anak usaha Adhi Karya. Pemerintah berencana mempertemukan pihak perusahaan dan perwakilan konsumen untuk mencari solusi atas persoalan proyek tersebut.
