Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyatakan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai diselenggarakan di 17 kabupaten dan kota pada tahun ajaran 2026–2027 sebagai langkah memperkuat pemerataan kualitas pendidikan di daerah. Program ini mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan.
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menjelaskan bahwa saat ini baru sekitar 4 persen kecamatan di Indonesia yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian mutu baik. Karena itu, pemerintah terus mendorong pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui pengembangan SNT yang tersebar di 13 provinsi, termasuk Kabupaten Bogor, Cianjur, Banyumas, Jepara, Gowa, Kupang, hingga Ibu Kota Nusantara.
Pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar akan memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah pusat dan daerah, sementara pembangunan kampus permanen masih berlangsung. Pendaftaran dibuka untuk calon murid kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA dengan prioritas bagi peserta didik yang berasal dari daerah lokasi SNT.
SNT dirancang sebagai pusat pengembangan pendidikan daerah melalui peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan sumber belajar bersama, serta kemitraan dengan sekolah sekitar. Program ini menerapkan kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEM dan olahraga, sekaligus memberi ruang lebih luas bagi pengembangan karakter, minat, bakat, dan talenta peserta didik.
