Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 4.149 sekolah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Dari jumlah tersebut, sekitar 85 persen sekolah telah kembali beroperasi dan menyelenggarakan pembelajaran.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan, sekolah terdampak paling banyak berada di Aceh sebanyak 2.756 sekolah, disusul Sumatra Utara 950 sekolah dan Sumatra Barat 443 sekolah. Hingga akhir Desember 2025, sebanyak 2.226 sekolah di Aceh, 380 sekolah di Sumatra Barat, dan 902 sekolah di Sumatra Utara telah kembali digunakan.
Meski demikian, masih terdapat 54 sekolah dengan kerusakan sangat berat, bahkan rusak total, sehingga kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di tenda. Kemendikdasmen telah menyiapkan 54 tenda sekolah yang tersebar di tiga provinsi terdampak.
Selain itu, sebanyak 587 sekolah masih dalam proses pembersihan, mayoritas berada di Aceh. Pemerintah memastikan pembelajaran tetap dimulai pada 5 Januari 2026 dengan penyesuaian, termasuk kelonggaran penggunaan seragam dan penerapan kurikulum khusus.
Sementara itu, BNPB melaporkan 163 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan longsor di Sumatra. Proses pencarian difokuskan di lokasi-lokasi di luar permukiman dan pusat aktivitas warga.
Dikutip dari RRI.co.id
