Analis politik senior, Boni Hargens, menegaskan bahwa reformasi Polri harus menitikberatkan pada transformasi budaya institusional, etika, dan sistem internal kepolisian. Menurutnya, kepolisian yang profesional, akuntabel, dan demokratis menjadi investasi fundamental bagi kelangsungan demokrasi Indonesia.
Hargens menjelaskan bahwa transformasi budaya Polri meliputi beberapa area penting, termasuk pendidikan dan pelatihan berbasis HAM, etika, dan community policing. Selain itu, reformasi berbasis kompetensi, teknologi modern, dan standar internasional diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme anggota Polri di semua tingkatan.
Ia menekankan pentingnya akuntabilitas, dialog terbuka, rekrutmen berbasis integritas, sistem reward dan punishment, serta kepemimpinan yang menjadi role model bagi nilai-nilai kepolisian demokratis. Menurutnya, reformasi struktural atau pergantian kepemimpinan tidak akan menghasilkan perubahan substantif tanpa adanya perubahan budaya institusi Polri.
Hargens juga mengingatkan agar reformasi Polri dijauhkan dari politisasi, yang dapat melemahkan independensi, profesionalisme, dan arah jangka panjang kepolisian. Dengan fokus pada transformasi budaya, Polri diharapkan menjadi institusi sipil yang demokratis, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dikutip dari antaranews.com
