Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, tidak hanya pada lansia tetapi juga usia produktif akibat pola hidup kurang sehat. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen, meningkat hampir tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir. Kasus paling banyak ditemukan pada usia 45–54 tahun (2,4 persen), diikuti 35–44 tahun (1,3 persen) dan 25–34 tahun (0,8 persen).
Untuk menurunkan risiko, Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan penerapan gaya hidup sehat. Beberapa langkah penting meliputi: memilih makanan sehat kaya omega-3, rutin berolahraga minimal 30 menit per hari, menjaga berat badan ideal, dan cukup minum air putih. Mengelola stres, rajin kontrol kesehatan, serta mengenali gejala penyakit jantung juga krusial.
Selain itu, hindari kebiasaan berisiko seperti mengonsumsi makanan tinggi lemak, soda, dan garam berlebihan, serta merokok dan konsumsi alkohol. Dengan menerapkan 12 cara ini—mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga kebiasaan hidup sehat—risiko sakit jantung dapat diminimalkan, sekaligus mendukung kinerja jantung dan kesehatan kardiovaskular secara menyeluruh.
Sumber: PRFM News
