Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) harus dapat diakses seluruh kalangan masyarakat dan tidak hanya dinikmati kelompok yang secara ekonomi sudah mapan.
Pernyataan itu disampaikan Sarmuji merespons sorotan publik terhadap penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, yang menjadi perbincangan setelah mengunggah kabar naturalisasi anaknya menjadi warga negara Inggris. Menurutnya, polemik tersebut seharusnya menjadi momentum evaluasi kebijakan, bukan sekadar kecaman personal.
Ia mengingatkan bahwa tanpa penekanan afirmasi yang jelas, LPDP berpotensi lebih mudah diakses oleh mereka yang sejak awal memiliki fasilitas pendidikan dan kursus terbaik. Standar akademik memang harus tetap tinggi, namun hambatan seperti kemampuan bahasa asing seharusnya bisa diatasi melalui program persiapan yang didukung negara.
Sarmuji menilai kemampuan memenuhi syarat akademik dan bahasa sangat dipengaruhi latar belakang sosial-ekonomi. Anak dari keluarga mampu memiliki akses lebih besar terhadap sekolah dan kursus berkualitas, sementara mereka dari keluarga kurang mampu menghadapi keterbatasan serius.
Karena itu, ia mendorong keberanian negara untuk memberikan afirmasi kepada kelompok kurang beruntung tanpa menurunkan kualitas seleksi. Menurutnya, bagi masyarakat tidak mampu, LPDP bisa menjadi satu-satunya tangga untuk mengubah nasib.
Ia juga menyoroti peluang alumni pondok pesantren yang dinilai membutuhkan perhatian khusus agar memiliki kesempatan setara dalam mengakses beasiswa. Tanpa kebijakan afirmatif, peluang mereka untuk lolos dinilai relatif kecil.
Sarmuji berharap dana abadi pendidikan yang bersumber dari pajak rakyat benar-benar dikelola dengan semangat keadilan sosial, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh anak bangsa dari berbagai latar belakang.
Dikutip dari antaranews.com
