Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan berbasis perlindungan anak untuk mendukung pembangunan manusia menuju Generasi Emas 2045. MBG tidak sekadar distribusi pangan, tetapi bagian dari pemenuhan hak dasar anak, penguatan pengasuhan keluarga, serta peningkatan partisipasi anak sebagai pendidik sebaya.
MBG disinergikan dengan PUSPAGA untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam pemenuhan gizi berbasis kearifan lokal. Menko Pangan Zulkifli Hasan menambahkan keberhasilan MBG tergantung kolaborasi lintas sektor, melibatkan koperasi, UMKM, petani, dan nelayan sebagai produsen pangan lokal.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 24.443 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah melayani 61,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, termasuk SPPG terpencil untuk daerah sulit dijangkau. MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta anak dengan potensi tambahan 10 juta penerima manfaat, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi desa dan peningkatan nilai tukar petani.
Dikutip dari RRI.co.id
