Pendampingan anak di sekolah menjadi semakin penting di era digital, di mana interaksi sosial anak sering tergerus oleh gawai. Utusan Khusus Presiden, Raffi Farid Ahmad, menekankan bahwa pendampingan yang tepat dapat membantu siswa tetap rukun dan saling menghormati.
Raffi menyebutkan pentingnya komunikasi terbuka antara anak, orang tua, dan guru. Dengan komunikasi yang baik, anak dapat menceritakan masalah yang mereka hadapi terlebih dahulu kepada orang tua atau guru sebelum berbagi dengan teman. Langkah ini menjadi benteng awal untuk mencegah kekerasan dan perundungan di sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan perlunya kolaborasi nyata antara guru, orang tua, dan siswa untuk membangun budaya saling menghormati. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak, tempat mereka tumbuh aman, nyaman, dan berkarakter.
Dengan pendekatan ini, pendampingan anak di sekolah tidak hanya mengurangi risiko perundungan, tetapi juga mendukung perkembangan generasi muda yang kuat, cerdas, dan berkarakter.
Dikutip dari RRI.co.id
