Jakarta, 8 November 2025 — Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji menekankan pentingnya penanganan komprehensif bagi korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, tidak hanya secara medis tetapi juga psikologis, untuk mencegah trauma berkepanjangan.
“Agar para korban ledakan, terutama para siswa, ditangani dengan baik, termasuk didampingi secara psikologis agar tidak terjadi trauma,” kata Sarmuji di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Insiden ledakan terjadi saat ibadah shalat Jumat berlangsung di sekolah tersebut, menyebabkan puluhan siswa dan guru terluka. Berdasarkan data kepolisian, 54 korban saat ini menjalani perawatan di RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, dan Puskesmas Kelapa Gading.
Penyelidikan dan Akar Masalah
Sarmuji menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi ini dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas akar persoalan, terutama jika terkait kasus perundungan (bullying) yang dialami pelaku.
“Peristiwa ini harus diusut sampai ke akarnya. Jika benar ada unsur perundungan yang memicu tindakan nekat seperti itu, maka ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan kita,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya evaluasi sistem pengawasan dan pembinaan di sekolah, agar lingkungan belajar tetap aman bagi tumbuh kembang anak-anak.
Langkah Tanggap Darurat
Sarmuji mengapresiasi respons cepat aparat keamanan dan tenaga medis dalam menangani korban ledakan. Sebelumnya, Wakil Menko Polhukam Lodewijk Friedrich menyatakan penyelidikan masih berlangsung oleh tim Gegana Brimob Polri dan tim Penjinak Bahan Peledak TNI, sambil mengimbau publik untuk tidak berspekulasi terkait motif ledakan.
“Ledakan di lingkungan sekolah, apa pun motifnya, adalah tragedi kemanusiaan yang harus menjadi pembelajaran bersama,” ujar Sarmuji.Dikutip dari antaranews.com
