Jakarta – Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (Sekber GKSR) resmi dibentuk sebagai wadah perjuangan suara rakyat yang hilang pada Pemilu 2024. Peresmian dilakukan Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), bersama tujuh pimpinan partai nonparlemen, yakni Hanura, PPP, Perindo, PKN, Partai Buruh, PBB, Partai Ummat, dan Partai Berkarya, di Menteng, Jakarta Pusat.
OSO menegaskan Sekber GKSR bukan koalisi politik, melainkan kerja sama setara antarpartai tanpa hak veto atau dominasi satu pihak. Sekber ini menjadi representasi suara rakyat yang tidak terwakili di parlemen, termasuk sekitar 17 juta suara yang tidak dikonversi menjadi kursi DPR.
“Setiap suara mencerminkan harapan dan hak konstitusional warga negara. Jangan main-main dengan 17 juta suara,” kata OSO.
Ke depan, Sekber GKSR akan menjadi ruang diskusi partai nonparlemen untuk membahas isu strategis, mulai dari parliamentary threshold hingga mekanisme Pilkada, dengan sikap yang disepakati secara setara. Simbol kepalan tangan bersatu menjadi lambang kekuatan kolektif suara rakyat yang tidak terakomodir.
Dikutip dari RRI.co.id
