Belakangan, makanan kukusan sehat menjadi viral di media sosial karena banyak generasi muda yang memburunya sebagai menu sarapan di pinggir jalan. Seporsi kukusan biasanya berisi aneka umbi seperti ubi jalar, singkong, ubi ungu, hingga labu kuning, lengkap dengan jagung, pisang, kacang, atau edamame. Harga per porsi berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000, tergantung isian.
Menurut Prof. Dr. Ir. Murdijati-Gardjito dari UGM, kebiasaan makan kukusan ini sudah ada sejak zaman Jawa kuno dan termasuk pengetahuan pangan alami. Masyarakat Jawa kuno sudah mengenal teknologi alami untuk mengolah hasil bumi menjadi makanan sehat, dibagi menjadi kategori seperti polo kependem (umbi-umbian), pari (padi), polowija (palawija), polo gemantung (buah menggantung), dan pala kesimpar (buah di atas tanah). Penyajian kukusan bervariasi di setiap daerah, misalnya di Jawa Timur dengan saus petis, atau di Kalimantan dan Jawa Barat dengan cara dikukus atau direbus sesuai selera lokal. Kini, makanan kukusan sehat bukan hanya tradisi, tetapi juga tren kuliner yang diminati banyak orang.
Dikutip dari kumparan.com
