Awal Tahun 2026, Harga Minyak Dunia Stabil di Kisaran USD 60–65 per Barel

Awal Tahun 2026, Harga Minyak Dunia Stabil di Kisaran USD 60–65 per Barel

Harga minyak dunia sedikit turun pada hari pertama perdagangan 2026, setelah mencatatkan kerugian tahunan terbesar sejak 2020. Pada Jumat (Sabtu WIB), harga minyak mentah Brent turun 10 sen menjadi USD 60,75 per barel, sementara WTI AS turun 10 sen menjadi USD 57,32 per barel. Penurunan dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap kelebihan pasokan, risiko geopolitik termasuk perang Rusia-Ukraina, serta sanksi AS terhadap sektor minyak Venezuela.

Di Timur Tengah, ketegangan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terkait Yaman meningkat, menjelang pertemuan virtual OPEC+ pada 4 Januari yang diperkirakan akan menunda peningkatan produksi pada kuartal pertama 2026. China juga diperkirakan akan terus menambah stok minyak mentah pada paruh pertama tahun ini, memberikan batas bawah bagi harga minyak.

Sepanjang 2025, patokan Brent dan WTI mencatatkan kerugian hampir 20%, penurunan tahunan paling tajam sejak 2020. Brent mengalami kerugian untuk tahun ketiga berturut-turut, menjadi rentetan terpanjang yang pernah tercatat. Analis energi DBS, Suvro Sarkar, memperkirakan harga Brent akan bergerak stabil di kisaran USD 60–65 per barel sepanjang 2026.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun risiko geopolitik tinggi, faktor pasokan dan kebijakan produksi OPEC+ tetap menjadi penentu utama pergerakan harga minyak dunia.

Dikutip dari liputan6.com