Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembentukan tim kajian untuk menyusun grand design penyelesaian banjir di Pulau Jawa, menyusul hujan deras yang memicu genangan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden menekankan penanganan banjir secara terintegrasi dari hulu ke hilir karena persoalan ini berulang setiap tahun. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta, BNPB, dan BMKG untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di Jabodetabek guna menekan intensitas hujan tinggi yang diprediksi puncaknya hingga akhir Januari.
Selain cuaca ekstrem, banjir memengaruhi infrastruktur transportasi, termasuk jalur kereta api. Dalam sepekan terakhir tercatat 17 titik genangan di rel yang mengganggu perjalanan kereta. Faktor penyebab lain mencakup perubahan tata ruang, pendangkalan daerah aliran sungai, serta berkurangnya situ dan danau sebagai daerah tangkapan air.
Presiden juga memerintahkan pelibatan lintas kementerian dan lembaga, termasuk Bappenas, Kemenko Infrastruktur, Kementerian PU, ATR/BPN, Kehutanan, Pertanian, dan Kemendagri, serta tim otorita pengelolaan pantai utara Jawa yang tengah mempersiapkan proyek Giant Sea Wall.
Di Jakarta, BPBD DKI melaporkan 45 RT dan 22 ruas jalan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter, menandai urgensi penanganan yang lebih sistematis dan terintegrasi.
Dikutip dari RRI.co.id
