Gunung Semeru mengalami lima kali erupsi pada Selasa pagi (26/5), dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik mencapai 600 hingga 1.000 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berada pada Status Level III atau Siaga.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 01.05 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak. Selanjutnya erupsi kembali terjadi pada pukul 05.31 WIB dengan tinggi letusan 900 meter, disusul letusan ketiga pada pukul 05.54 WIB setinggi 800 meter.
Erupsi terbesar tercatat pada pukul 06.28 WIB dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak. Letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 109 detik. Dua jam kemudian, Semeru kembali erupsi pada pukul 08.37 WIB dengan tinggi letusan sekitar 700 meter.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat, barat daya, hingga barat laut. Aktivitas erupsi ini menjadi perhatian serius karena potensi bahaya berupa awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta menghindari radius 5 kilometer dari kawah karena berisiko terkena lontaran material pijar. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar di kawasan aliran sungai sekitar lereng Semeru.
Dikutip dari antaranews.com
