Partai Golkar menilai bahwa peluang menjadi calon presiden dan calon wakil presiden seharusnya terbuka bagi siapa pun, termasuk yang bukan berasal dari kader partai politik. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji, menanggapi usulan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait syarat kandidat dari kaderisasi partai.
Menurut Golkar, partai politik tetap memiliki peran penting dalam proses rekrutmen politik, namun tidak boleh menutup peluang bagi figur terbaik bangsa dari luar partai. Sarmuji menegaskan bahwa calon pemimpin nasional harus diberikan ruang seluas-luasnya, terlepas dari latar belakang kaderisasi.
Meski demikian, Golkar mengakui bahwa kader partai juga memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin melalui proses pembinaan internal. Oleh karena itu, keseimbangan antara kaderisasi partai dan keterbukaan terhadap figur eksternal dinilai penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Usulan KPK sendiri merupakan bagian dari kajian tata kelola partai politik yang bertujuan memperkuat sistem kaderisasi dan mencegah praktik korupsi di lingkungan politik.
Dikutip dari antaranews.com
