Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mencatat jumlah pengungsi banjir di Makassar bertambah menjadi 878 jiwa. Para pengungsi berasal dari dua kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar (BPBD) Fadli Tahar mengatakan, berdasarkan hasil kaji cepat Tim TRC, total terdapat 239 kepala keluarga yang tersebar di 15 titik pengungsian pada empat kelurahan.
Di Kecamatan Biringkanaya, pengungsi tersebar di Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang. Di SD Paccerakkang tercatat 64 KK atau 236 jiwa. Sementara di sejumlah masjid, rumah warga, kantor kelurahan, hingga rumah kos di wilayah Paccerakkang, ratusan warga lainnya masih bertahan.
Sedangkan di Kecamatan Manggala, pengungsi berada di Kelurahan Manggala dan Batua. Sejumlah masjid seperti Masjid Al Muttaqin, Masjid Jabal Nur, Masjid Yuda Al Fatih, Masjid Al Mukarramah, serta Posyandu Anyelir dan Masjid Al Kautsar di Batua menjadi lokasi pengungsian warga.
BPBD Makassar telah mengerahkan tim untuk membantu evakuasi dan pendataan kebutuhan dasar pengungsi, sekaligus melaporkan perkembangan situasi kepada Wali Kota Makassar. Koordinasi dengan dinas terkait juga terus dilakukan guna memastikan bantuan logistik dan penanganan lanjutan berjalan optimal.
Sumber antaranews.com
