OJK Catat UMKM Dominasi Penyaluran Kredit BPR/BPRS di Banyumas Raya

OJK Catat UMKM Dominasi Penyaluran Kredit BPR/BPRS di Banyumas Raya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit bank perkreditan rakyat (BPR) dan BPR syariah (BPRS) di Banyumas Raya, Jawa Tengah, hingga akhir Desember 2025 didominasi segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Kantor OJK Purwokerto, Haramain Billady, menyebutkan pangsa kredit UMKM mencapai 60 persen dari total penyaluran, terutama untuk kredit modal kerja yang menyumbang 54 persen. Kredit tersebar di berbagai sektor, dengan proporsi terbesar pada perdagangan besar dan eceran, sektor konstruksi, dan kategori bukan lapangan usaha.

Secara keseluruhan, kondisi sektor jasa keuangan di Banyumas Raya tetap stabil meski ada dinamika ekonomi global. Aset dan dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh masing-masing 3,67 persen dan 4,31 persen secara tahunan, sementara kredit tercatat relatif stabil dengan kontraksi tipis 0,04 persen (yoy). Khusus BPR/BPRS, DPK naik 0,47 persen, tetapi aset dan kredit masing-masing mengalami kontraksi 1,95 persen dan 2,73 persen (yoy). Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat 21,97 persen, dipengaruhi normalisasi kredit restrukturisasi COVID-19.

Di sisi pasar modal, jumlah investor saham dan reksa dana tumbuh signifikan, masing-masing 38,20 persen dan 35,87 persen, dengan nilai transaksi meningkat 98,38 persen menjadi Rp2,073 triliun. Di sektor industri keuangan nonbank, lembaga keuangan mikro (LKM) mencatat pertumbuhan aset 5,72 persen, DPK 10,41 persen, dan kredit 18,34 persen (yoy). Pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp4,138 triliun, dominan pada perdagangan besar, reparasi, dan perawatan kendaraan.

Harmaain menegaskan OJK akan terus memperkuat pengawasan dan sinergi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendorong pembiayaan produktif bagi UMKM di Banyumas Raya.

Dikutip dari antaranews.com