Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,97 persen atau sekitar 98 poin ke level 4.931 pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (6/11/2026).
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 4.955. Indeks sempat mencapai posisi tertinggi 4.969 dan terendah 4.925.
Tekanan pasar dipengaruhi pelemahan bursa global, terutama saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), serta ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak. Dari dalam negeri, arus keluar modal asing dan volatilitas rupiah turut membebani pergerakan indeks.
Meski demikian, sejumlah indikator ekonomi domestik memberikan sentimen positif. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III-2026. Sementara itu, cadangan devisa pada akhir Oktober mencapai 146,8 miliar dolar AS, meningkat dari 146,3 miliar dolar AS pada September.
Pada sesi pertama, saham NASI, ENAK, AIMS, KOCI, dan AISA mencatat kenaikan terbesar. Sebaliknya, LAPD, CBRE, BTEK, TRUE, dan TAXI mengalami penurunan terdalam.
