Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Provinsi Bengkulu berada pada kategori baik hingga sedang. Meski demikian, sejumlah wilayah yang terdampak kabut asap, seperti Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong, perlu mendapat perhatian karena peningkatan partikel debu pada pagi hari berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Prakirawan BMKG, Pungky Saiful Akbar, mengatakan kualitas udara di Kota Bengkulu masih terpantau cukup baik. Namun, dalam beberapa pekan terakhir sempat terjadi lonjakan polusi hingga masuk kategori tidak sehat selama beberapa jam. Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan jika terpapar asap atau debu.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang juga mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, pelajar, dan lanjut usia, agar menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Tajri Fauzan, menyebut hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kualitas udara di wilayah tersebut tidak memenuhi syarat dan berisiko bagi kelompok rentan.
Pemeriksaan di sejumlah lokasi menemukan peningkatan partikel halus PM2,5 dan PM10. Di SD Negeri 01 Kepahiang, kadar PM2,5 tercatat mencapai 315 µg/m³, jauh di atas baku mutu 25 µg/m³. Sementara itu, di SMP Negeri 01 Kepahiang, kadar PM10 mencapai 196 µg/m³, melampaui ambang batas 70 µg/m³.
Lonjakan partikel PM10 juga terdeteksi di area luar kompleks Kantor Bupati Kepahiang, dengan konsentrasi mencapai 583 µg/m³. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk memperketat penggunaan masker, termasuk di lingkungan sekolah, serta mengurangi aktivitas fisik berlebihan di luar ruangan hingga kualitas udara kembali normal.
