Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah pada jeda siang perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG melemah tipis 0,04 persen atau 2,63 poin ke level 6.183,16 setelah sempat bergerak pada rentang 6.146,28 hingga 6.199,44.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG berpeluang menguji level resistansi di area 6.220, namun masih rentan mengalami koreksi lanjutan dengan target jangka menengah di kisaran 6.050–6.150. Sentimen pasar dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah global serta melemahnya saham-saham energi di bursa Amerika Serikat.
Pelaku pasar juga menantikan keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan pada Rabu, 29 Juli 2026. Selain itu, investor menunggu rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat yang menjadi salah satu acuan penting bagi arah kebijakan moneter AS.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada proses penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif. Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai transisi kepemimpinan BI yang berjalan lancar penting untuk menjaga kredibilitas, independensi bank sentral, serta stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar keuangan nasional.
