8 Faktor yang Membuat Berat Badan Sulit Turun dan Cara Mengatasinya

8 Faktor yang Membuat Berat Badan Sulit Turun dan Cara Mengatasinya

Menurunkan berat badan sering kali lebih kompleks daripada sekadar mengatur “kalori masuk dan kalori keluar”. Ahli nutrisi Amy Gorin menjelaskan bahwa berbagai faktor, termasuk genetik, kesehatan usus, massa otot, usia, obat-obatan, hingga pola makan dan olahraga, berperan besar dalam penurunan berat badan.

Beberapa faktor utama yang bisa menghambat penurunan berat badan antara lain:

  1. Kesehatan Usus – Mikroflora yang kurang beragam dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Konsumsi prebiotik dari buah dan sayuran membantu menjaga keseimbangan bakteri baik.
  2. Faktor Genetik – Gen dapat memengaruhi sekitar 70% variasi berat badan seseorang, termasuk set point weight range tubuh. Penurunan berat badan perlu dilakukan secara bertahap agar tubuh menyesuaikan diri.
  3. Usia dan Massa Otot – Seiring bertambahnya usia, massa otot berkurang dan metabolisme menurun. Latihan beban dapat membantu mempertahankan otot dan membakar kalori lebih efektif.
  4. Obat-obatan – Beberapa obat, termasuk insulin, antidepresan, steroid, atau beta blocker, dapat memicu kenaikan berat badan atau menghambat penurunan.
  5. Ukuran Porsi dan Makan Tanpa Sadar – Mengonsumsi makanan sambil terganggu TV atau ponsel dapat membuat kalori tidak terkontrol. Membuat catatan makanan atau memasak sendiri membantu kesadaran makan.
  6. Melewatkan Jam Makan – Skip meal justru meningkatkan risiko makan berlebihan di waktu lain, sehingga menurunkan berat badan menjadi lebih sulit.
  7. Kurangnya Olahraga – Aktivitas fisik rutin meningkatkan pembakaran kalori dan menjaga massa otot, komponen penting dalam menurunkan berat badan.

Dengan memahami faktor-faktor ini dan menerapkan strategi yang tepat, penurunan berat badan menjadi lebih realistis dan berkelanjutan. Konsistensi dalam pola makan, olahraga, dan gaya hidup sehat adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

Dikutip dari liputan6.com